Dihari ini saya akan coba rangkum info seputar Sejarah Flu Spanyol 1918, mari kita ikuti artikel ini sampai habis untuk mengetahui berita terlengkapnya.  Didalam skala mengerikan terjadi pada saat pandemi influenza tahun 1918, yang juga dikenal sebagai Flu Spanyol ini juga sulit untuk dipahami.

Survei membuktikan terdapat 500 juta orang terinfeksi flu Spanyol di seluruh dunia, yang juga menyebabkan sampai 50 juta korban yang meninggal, termasuk di Indonesia sendiri. Sebelumnya lagi bahwa total kematian tersebut, sebagian gede berasal dari prajurit sipil  yang terbunuh selama PD 1 atau perang dunia pertama.

Berdasarkan sejarah terdapat 3 gelombang sebelum berakhirnya waktu pandemi flu Spanyol ini, serta survei membuktikan bahwa gelombang kedua yang paling mematikan.

Sejarah Flu Spanyol 1918

Seperti yang diklaim oleh The History, memberikan penjalasan kenapa gelombang kedua flu Spanyol ini lebih mematikan, jika dibandingkan dengan yang pertama. Sementara itu pandemi global tersebut berlangsung selama 2 tahun, dalam 3 bulan pertama tentunya yang paling kejam mengingat pada musim gugur 1918. Para sejarawan dunia ungkapkan bahwa virus itu, disebabkan oleh virus yang juga bermutasi disebarkan dari pasukan perang pada masa itu.

Saat virus Spanyol hadir diawal tahun 1918 ini, dianggap sebagai ciri khas penyakit flu musiman, meski jenisnya peroleh menular dan sangat ganas. Salah satu kasus pertama yang terdaftarkian ada seorang juru masak bagi tentara angkatan darat AS, yang bermarkas di Funston Kansa, yang bernama Albert Gitchell ia dirawat di rumah sakit dengan suhu demam yang mencapai 104 derajat.

Sejarah Flu Spanyol 1918 Virus tersebut semakin pesat menyebar via instalasi angkatan darat, dimana itu merupakan sebuah rumah untuk lebih dari 54 ribu pasukan. Pada akhir bulan Maret 1918 itu terdapat lebih dari seribu tentara yang terinfeksi virus tersebut, dan dirawat di rumah sakit. Serta untuk 38 lainnya tewas setelah terjangkit Pneumonia.

Saat pasukan A.S dikerahkan untuk berperang dengan beberapa negara di Eropa, mereka pertamnya membawa flu Spanyol bersama. Dalam bulan April dan Mei 1918 silam, virus Flu Spanyol tersebut mulai menyebar ke penjuru Inggris, Italia, Prancis sampai dengan Spanyol. Juga sempat diprediksikan bahwa 3/4 tentara Prancis terjangkitg virus tersebut serta hampir sebagian tentara Inggris juga terjangkit.

Sejarah Flu Spanyol 1918

Namun untuk gelombang pertama virus flu Spanyol ini tak terlalu ganas, karena pengidap hanya rasakan seperti sakit demam tinggi sampai dengan malise, yang biasanya akan pulih sampai 3 hari saja.

Menurut informasi terdapat data kesehatan dari masyarakat sekitar yang juga terbatas tempo itu, tentunya tingkat kematian mirip bersama flu musiman pasalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *