Seekor Anjing bernama Hachiko menjadi terkenal, sejarah kisah patung Hachiko selalu membuat pembacanya tersentuh. Kesetian seekor anjing kepada majikan nya selama 9 tahun, dimana setiap hari dirinya selalu menunggu kedatangan majikan tersebut didepan sebuah halte kereta api.

Sejarah Kisah Patung Hachiko

Saat majikannya meninggal karena serangan jantung, Hachiko tidak menganggap kalau majikannya tersebut telah tiada. Hachiko adalah anjing yang dibuang di pinggir jalan saat masih kecil. Tidak sengaja seorang pekerja kantoran disana menemukan anjing itu dijalan.

Karena merasa kasihan akhirnya dirinya memutuskan untuk mengadopsi dan memelihara anjing tersebut dan memberinya nama Hachiko. Sejak masih kecil perhatian tulus sudah diberikan kepada Hachiko, bermain bersama & terkadang pergi kemana – mana bersama.

Sejarah Kisah Patung Hachiko

Sejarah Kisah Patung Hachiko

Suatu hari ketika majikannya ingin pergi kerja kearah halte kereta api. Ternyata Hachiko mengikutinya, mengetahui hal tersebut pemilik berupaya menghusir anjing itu supaya kembali kerumah. Namun karena Hachiko tidak mau pulang pemilik anjing tersebut meninggalkanya di pinggir halte kereta api. Dan setelah sore hari orang itu kembali dari pekerjaannya, ternyata Hachiko sepanjang hari menanti disana.

Selama beberapa bulan hal itu berlangsung, sang majikan merasa sangat senang karena anjing tersebut selalu setia menanti dirinya didepan halte kereta api. Hingga suatu saat pemilik Hachiko meninggal dunia dadakan karena terkenal serangan jantung. Namun Hachiko tidak mengerti kalau majikannya sudah meninggal dan tidak akan bertemu lagi dengannya. Namun anjing setia tersebut selalu menanti di depan halte selama 10 tahun, hingga akhirnya mati.

Karena melihat kesetiaan anjing tersebut selama 10 tahun. Akhirnya dibuatlah patung Hachiko dengan patung tuannya yang bertemu dengan majikannya di depan halte stasiun Shibuya, Tokyo. Banyak orang Jepang dan wisatawan disana menjadi kan patung tersebut sebagai titik pertmuan. Sehingga patung bersejarah ini masih sangat dirawat hingga sekarang ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *